Banjir Mengepung Tanah Laut, ERM ACT-MRI Kalsel Turun Tangan

Hallobanua.com, Pelaihari – Curah hujan yang tinggi ditambah kuatnya pasang surut air laut, mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terendam banjir. Kondisi banjir terparah terjadi di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-bati.

Banjir bahkan menggenang di ruas jalan utama menuju ibu kota Kabupaten Tanah Laut, yaitu Pelaihari. Banjir sendiri menggenangi desa ini sejak tiga hari terakhir. Ketinggian air pun beragam, dari lutut hingga dada orang dewasa.

Menurut Komandan Emergency Response Management (ERM) ACT-MRI Kalsel, Muhammad Riadi, timnya bersama relawan gabungan melakukan evakuasi di beberapa titik banjir. Dari mengevakuasi barang berharga milik warga, hingga warga yang sakit untuk dibawa ke posko pengungsian yang didirikan di dekat posko dapur umum yang didirikan oleh Tagana Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

“Kami bekerja dengan bantuan alat seperti perahu karet dan APD lengkap. Alhamdulilah relawan bisa membantu warga untuk menyelamatkan diri dan barang berharga yang ada di rumah,” kata Riadi.

Tak hanya itu, tim ERM ACT-MRI Kalsel juga akan bergabung di posko dapur umum, untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyintas banjir. Apalagi, dengan kondisi banjir yang tidak menunjukkan adanya penurunan, mengharuskan tim ERM ACT-MRI Kalsel untuk bersiaga di posko pengungsian.

“Banjir di Kalsel sendiri bukan hanya terjadi di Kabupaten Tanah Laut. Tetapi juga di Kabupaten Banjar, dimana saat ini juga terjadi darurat pangan. Banjir benar-benar sudah mengganggu aktivitas warga untuk bekerja,” imbuh Riadi.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan kepada penyintas banjir di Kabupaten Tanah Laut. Apalagi, dengan banyaknya rumah yang terendam banjir, yang salah satunya di Kecamatan Bati-bati yang cukup parah, memaksa masyarakat untuk mengungsi dari rumah dan aktivitasnya terganggu.

“Bantuan kepada masyarakat penyintas banjir benar-benar sangat dibutuhkan. Bukan hanya berupa makanan saja, tetapi mereka juga memerlukan obat-obatan, karena tidak menutup kemungkinan mereka terserang penyakit gatal-gatal,” kata Zainal. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Tanah Laut, tercatat ada 3.755 rumah terendam banjir di seluruh wilayah berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini. Jumlah ini sendiri tidak menutup kemungkinan akan bertambah, mengingat luasnya sebaran banjir di kabupaten ini.

Penulis Tim liputan
Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya