Dampak Banjir Distribusi Sayuran dan Daging Ayam Mulai Terhambat

Hallobanua com, Banjarmasin - Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Banjarmasin, ikut berimbas terhadap distribusi pasokan sembako hingga melonjaknya sejumlah harga kebutuhan pokok di pasaran.

Sejak banjir merendam sejumlah wilayah di kota ini, distribusi kebutuhan barang pokok juga mulai tersendat, akibatnya harga kebutuhan pokok di pasaran juga mulai merangkak naik.

Salah seorang pedagang di kawasan Pasar Kuripan, Hafid mengatakan, hampir di seluruh pasar yang ada di Kota Banjarmasin stok mulai menipis. Kalau pun masih ada, pedagang yang berjualan sayur, bisa dipastikan stok yang dijual tidak lah banyak. 

"Sayur yang dijual sekarang susah dijangkau. Jadi sayur apa yang tersedia, itu yang dijual. Tidak seperti dulu, bisa menjual berbagai macam jenis sayur-sayuran. Contoh, untuk kacang panjang saja, sekarang sudah sulit dicari," ujarnya kepada hallobanua.com 

Hafid mengaku, biasa mengambil sayur-sayuran ke kawasan Pasar  Antasari untuk dijual kembali.  Namun, tiga hari belakangan ini,stok di Pasar Sentra Antasari juga mulai menipis.

Tidak hanya di Pasar Kuripan,  kondisi serupa juga terjadi di salah satu tempat yang menjadi pusat transaksi jual beli masyarakat, jika  stok sayuran sangat sedikit. 

"Kini, kalau ada sayur langsung ludes dibeli. Tidak menunggu lama apalagi sampai berhari-hari," ucap Raudah, salah seorang pedagang di kawasan Pasar Antasari. 


Raudah mengakui, minimnya pasokan sayur mayur terjadi karena pendistribusiannya terhambat. Seperti sayur-sayuran biasa didistribusikan dari kawasan Hulu Sungai dan wilayah Barito Kuala. 

Dikarenakan  sebagian kawasan tersebut juga terdampak banjir, pemasok pun menurutnya kesulitan mendistribusikannya ke pasaran.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar, membenarkan jika saat ini stok sayur mayur mulai menipis.

Menurut Tezar-biasa disapa-ada beberapa alasan penyebabnya, pertama banyak pedagang yang kediamannya terdampak banjir, dan kedua ada beberapa buah pasar yang tergenang air, ketiga karena faktor distribusi yang terhambat.

Ada beberapa alasan yang melatar belakangi  itu, yakni pertama, karena banyak pedagang yang kediamannya terdampak banjir. 

"Contohnya daging ayam dan telur yang biasa didistribusikan dari Bati-bati Kabupaten Tanah Laut pun juga terhambat. Tidak hanya sayur mayur saja," ujarnya, Selasa kemarin (19/01/21). 

Tezar mengakui, sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Dirinya pun berharap agar banjir ini cepat berakhir, hingga distribusi sejumlah kebutuhan pokok juga kembali lancar.

Penulis: Rian | Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya