Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Tingkat SMA/SMK

HM Yusuf Effendi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan

Hallobanua.com, Banjarmasin – Kembali meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menunda kegiatan pembelajaran secara tatap muka di tingkat SMA/SMK se Kalimantan Selatan yang direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Januari 2021.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalsel, HM Yusuf Effendi kepada hallobanua.com, Senin (4/1/21).

“Berdasarkan pengamatan kami dan juga hasil koordinasi kami dengan Satuan Tugas Covid-19, angkanya setiap hari naik terus. Satu hari bisa bertambah 80 lebih angka kasus positif Covid-19 di Kalsel. Artinya kan ini masih rawan kondisi daerah kita ini. Oleh karena itu kita tidak ingin gegabah mengizinkan pembelajaran tatap muka,” kata Yusuf.

Meski demikian, diakui Yusuf bahwa pihaknya telah mengeluarkan edaran terkait pedoman persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMA/SMK.

“Dalam rangka persiapan belajar tatap muka di sekolah, kami sudah mengeluarkan edaran untuk mengambil langkah-langkah persiapan. Yang pertama, kami meminta seluruh kepala satuan pendidikan untuk mempelajari SKB 4 Menteri. Yang kedua, harus mengisi daftar periksa terkait kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan dan fasilitas kesehatan. Yang ketiga, terkait pernyataan orang tua. Jadi orang tua siswa harus setuju semuanya untuk belajar tatap muka, kalau ada yang tidak setuju artinya tetap pada pembelajaran secara online,” lanjutnya.

Untuk menentukan boleh atau tidaknya satuan pendidikan menggelar pembelajaran tatap muka, Yusuf menjelaskan bahwa hal tersebut akan dibahas dengan sejumlah pihak.

“Nanti data-data yang dilaporkan oleh Kepala Satuan Pendidikan tersebut akan dibahas dengan lintas SKPD, Satgas Covid-19 dan Pak Gubernur Kalsel, apakah beliau setuju atau tidak,” paparnya.

Ditegaskan Yusuf, pihaknya memprioritaskan keamanan dan keselamatan para siswa dan warga sekolah. 

Sehingga tidak mau terburu-buru mengizinkan pembelajaran tatap muka apabila sekolah tersebut berada pada zona merah.

“Kalau sekolah tersebut berada di zona hijau atau paling tinggi zona kuning, masih ada kemungkinan akan digelar pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut. Tapi apabila sekolah tersebut berada di zona orange atau merah, maka tidak mungkin kita lakukan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.

Penulis Akim
Editor Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya