![]() |
| Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni |
Hallobanua.com, Kalimantan Selatan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) mulai melakukan pendataan terhadap para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel yang terdampak banjir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Disperin Provinsi Kalsel telah mengeluarkan surat edaran yang tertuju kepada seluruh dinas yang menangani perindustrian se Kalsel.
Surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 19 Januari 2021 tersebut, berisi tentang permintaan data IKM yang terdampak banjir di kabupaten/kota yang ada di Kalsel.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni saat dihubungi oleh hallobanua.com, Jumat (22/1/21), saat ini proses pengumpulan data dari Dinas Perindustrian di kabupaten/kota masih tersendat, dikarenakan banyak staf dinas di kabupaten/kota yang juga terdampak banjir.
“Saat ini masih kami upayakan untuk mengumpulkan data, karena staf di dinas kabupaten/kota banyak juga yang terdampak banjir, sehingga tidak bisa maksimal dalam mengumpulkan data tersebut,” katanya kepada hallobanua.com
Meski demikian, Mahyuni memprediksi IKM yang terdampak musibah banjir ini akan lebih banyak daripada IKM yang terdampak Pandemi Covid-19 yang sebelumnya juga telah didata dan diberikan sejumlah bantuan.
“Kalau Covid-19 kan hanya mengganggu omset penjualan, sedangkan banjir ini mengganggu bahkan menghentikan kegiatan produksi. Jadi kami prediksi, IKM yang terdampak banjir ini akan lebih banyak dari IKM yang terdampak Pandemi Covid-19 yang mencapai angka 7.268,” lanjutnya.
“Rencananya Ibu Dirjen IKMA akan menyalurkan bantuan berupa peralatan produksi. Karena memang diprediksi akan banyak alat produksi yang rusak dikarenakan banjir ini,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan | Editor: Yayan




0 Komentar