![]() |
| Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, H. M Muslim usai mengikuti rapat secara virtual dengan Presiden RI, Rabu (6/1/21) |
Hallobanua.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H.M Muslim mengikuti rapat bersama Presiden RI dan juga Gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia melalui video conference, Rabu (6/1/21).
Ada 2 (dua) poin utama yang dibahas dalam rapat jarak jauh ini, yang pertama mengenai penanganan Pandemi Covid-19 dan yang kedua mengenai rencana vaksinasi.
Ditemui usai kegiatan di Command Center Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalsel, Gubernur Kalimantan Selatan mengatakan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden RI, Joko Widodo memberikan petunjuk dan langkah-langkah mengenai proses vaksinasi agar berjalan sesuai dengan harapan.
“Selain memberikan petunjuk dan langkah-langkah agar proses vaksinasi berjalan sesuai dengan harapan, beliau juga menyampaikan agar kita mengutamakan pencegahan. Makanya program 3M itu terus kita gaungkan agar laju penyebaran Covid-19 di Kalsel bisa kita hentikan,” kata pria yang akrab disapa Paman Birin itu kepada hallobanua.com (6/1/21).
Ditanya mengenai kesiapan dirinya untuk divaksin, Paman Birin menjawab singkat.
“Kalau Presiden memulai, semua harus ikut,” ujarnya singkat.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, H.M Muslim mengatakan bahwa saat ini Kalsel sudah menerima vaksin jenis Sinovac tahap pertama sebanyak 54.000 dosis.
“Untuk distribusi kita menunggu BPOM mengeluarkan izin kedaruratan (emergency use authorization). Jadi kita tunggu dalam 1-2 hari ini,” ungkapnya kepada hallobanua.com (6/1/21).
Muslim juga menjelaskan, hingga saat ini Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang akan menjadi penerima vaksin tahap pertama sudah tercatat mencapai 30.145 orang. Mengingat jumlah vaksin yang tersedia hanya 54.000 dosis dan 1 orang divaksin 2 (dua) kali, artinya terdapat kekurangan dosis vaksin yang diterima oleh Provinsi Kalsel.
“Idealnya kan (dosis vaksin) 30.145 dikali 2 (dua). Tapi tentu saja, sebagaimana arahan tadi, tergantung kriteria profil vaksin. Jadi ada kriteria misalnya vaksin Sinovac, dengan kriteria inklusinya usia 18-59 tahun dan ada lagi kriteria yang lain, tentu pada saat pelaksaan ini akan tersaring. Karena di dalam pelaksanaan ada beberapa meja untuk menyaring sampai dengan dilakukan vaksinasi atau imunisasi kepada target atau sasaran,” paparnya.
Meski program vaksinasi sudah akan dilakukan, pria yang juga betugas sebagai juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel itu juga berpesan agar setiap keluarga melindungi diri dan keluarganya masing-masing dari penyebaran Virus Covid-19.
“Hingga saat ini klaster keluarga masih mendominasi, kemudian yang kedua dari klaster perjalanan. Kedua hal ini saling berkaitan, jadi ketika seorang anggota keluarga baru pulang dari perjalanan diluar rumah, kemudian bersosialisasi dengan keluarga di rumah, tentu sangat rentan sekali menyebarkan virus ini. Oleh karena program “Keluarga Saja” (Keluarga Saling Jaga) harus diimplementasikan,” bebernya.
Ditanya mengenai tindakan yang dilakukan apabila ada masyarakat yang menolak untuk divaksin, Muslim menjelaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan tindakan persuasif.
“Tadi juga ada pertanyaan dari salah satu kepala daerah, kemudian dijawab oleh Pak Presiden, kalau mengacu pada Undang-Undang wabah dan ini terkait pada kekebalan kelompok atau masyarakat, sebenarnya diwajibkan. Tetapi yang lebih penting adalah edukasi, menyampaikan secara transparan terkait dengan vaksin ini seperti apa dan manfaatnya seperti apa,” pungkasnya.
Penulis: Akim
Editor: Yayan




0 Komentar