Kalsel Dilanda Banjir Besar, Stok Beras Aman Hingga Satu Tahun Kedepan


Hallobanua.com, Banjarbaru – Musibah banjir besar yang melanda 10 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel) selama kurang lebih 8 hari sampai dengan hari ini, Jum’at (22/1/21), berdampak pada menipisnya stok barang-barang kebutuhan pokok di pasaran.

Menipisnya stok tersebut diakibatkan sulitnya pendistribusian barang melalui jalur darat dikarenakan beberapa ruas jalan vital di Provinsi ini masih terendam air dengan tinggi bervariasi. 

Selain itu, banjir juga merendam sebagian besar lahan pertanian di beberapa kabupaten di Kalsel yang menjadi daerah lumbung padi seperti Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut. 

Tentu hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu stok ketersediaan beras di Kalsel.

Namun, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan melalui sekretarisnya, Imam Subarkah menyatakan, bahwa stok beras di Kalsel masih aman meski banjir masih belum surut.

“Dari sisi produksi, Insyaa Allah berdasarkan perhitungan kami, stok beras di Kalsel masih aman bahkan sampai satu tahun kedepan,” kata Imam kepada hallobanua.com (22/1/21).

Diakui Imam, ketersediaan stok yang bisa dibilang berlimpah tersebut tidak terlepas dari kesiapsiagaan para petani yang langsung mengamankan hasil panen mereka saat banjir melanda Kalsel.

“Petani kita sudah siap, seperti para petani di daerah Sungai Tabuk, mereka langsung mengamankan hasil panen mereka dengan cara menitipkannya di kantor kita di Balai Benih karena disitu lokasinya relatif aman (dari banjir). Cukup banyak itu yang dititipkan, ada beberapa ton,” lanjutnya.

Meski demikian, menurut Imam, terdapat beberapa kendala yang dialami para petani ketika melakukan proses produksi yang disebabkan karena banjir ini.

“Memang ada beberapa kendala, menurut pantauan kami para petani untuk sementara tidak bisa menggiling padi dikarenakan kebanjiran. Tapi ini sudah mulai menggiling kembali dikarenakan cuaca mulai cerah, sekitar 3 hari ini kan panas jadi mereka sudah mulai menjemur benih-benih yang tadinya basah dan sebagian sudah mulai bisa digiling,” paparnya.

Ditambahkan Imam, pemerintah sudah memiliki program untuk para petani yang gagal panen. Sehingga para petani yang merugi dikarenakan gagal panen yang disebabkan oleh banjir, tidak perlu khawatir.

“Kita kan punya program yang namanya Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), jadi kalau mereka (petani) masuk dalam AUT, paling tidak ada penggantian dari pemerintah jika gagal panen,” pungkasnya.

Penulis: Akim | Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya