Kalsel Dilanda Banjir, Cabe Rawit Tembus 130 Ribu Per Kilogram


hallobanua.com, Banjarmasin – Bencana banjir yang melanda 11 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel), berdampak pada menurunnya pasokan sayur mayur di Banjarmasin dikarenakan banyak lahan-lahan pertanian dan perkebunan milik petani lokal yang terendam banjir. 

Seperti hari ini, Selasa (26/1/21), harga-harga sayur di Ibukota Kalsel tersebut masih tinggi jika dibandingkan saat Kalsel tidak dilanda bencana banjir. 

“Untuk sayuran yang berasal dari petani lokal kalsel harganya masih tinggi, karena banyak perkebunan yang tidak bisa panen dikarenakan terendam banjir dan pasokan kepada para penjual sayur menjadi berkurang. Kalau sayur yang dari Jawa, harganya masih stabil namun masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga sebelum banjir,” kata Bahdur, salah seorang penjual sayur dengan sistem online kepada hallobanua.com (26/1/21). 

Menurutnya, harga-harga sayur yang dijualnya naik bahkan sampai 2 kali lipat jika dibandingkan harga biasanya. 

“Cabe semuanya naik. Cabe rawit biasanya saya jual 40 ribu per kg, sekarang naik jadi 130 ribu. Begitu pula cabe merah besar, biasanya 24 ribu per kg, sekarang naik jadi 40 ribu per kg. Cabe tiung biasanya 28 ribu per kg sekarang jadi 80 ribu per kg,” lanjutnya. 

Selain sayur, Bahdur juga menjual beberapa jenis ikan. Dan diakuinya harga ikan yang dijualnya juga mengalami kenaikan harga. 

“Hari ini Ikan Mas 33 ribu per kg, Nila 34 ribu per kg dan Patin 24 ribu per kg. Naik semua itu harganya, biasanya saya jual lebih murah. Mungkin karena pasokan sedikit sehingga harganya naik semua,” jelasnya. 

Diakuinya, kelonjakan harga-harga sayur ini berpengaruh terhadap tingkat penjualannya. 

“Menurun cukup drastis penjualan saya di bulan ini. Dan kemungkinan kenaikan harga-harga sayur ini cukup lama dibandingkan biasanya,” pungkasnya. 

Penulis Akim
Yayan
Ekonomi
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya