![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto |
Hallobanua.com, Banjarmasin - Beredarnya kabar bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI membatalkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di bulan Januari ini, karena lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia mengalami peningkatan.
Namun, kabar tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.
Totok menegaskan, bahwa informasi mengenai Kemendikbud yang membatalkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari ini adalah kabar yang tidak benar atau hoaks.
“Hoaks itu. Tidak ada pembatalan,” tegasnya saat dikonfirmasi rekanan media melalui pesan singkat.
Totok bahkan mempertanyakan perihal surat edaran resmi pembatalan tersebut. Ia menjelaskan, jika siaran pers resmi dari Kemendikbud, tentang rencana pembelajaran tatap muka akan dirilis di pertengahan bulan ini.
Disitu dijelaskan, bahwa belajar tatap muka dimulai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, alias di bulan Januari 2021.
Pembelajaran tatap muka pun sifatnya tidak wajib, sehingga keputusan akhir tetap ada di orang tua. Jika orang tua belum nyaman maka siswa dapat melanjutkan proses belajar dari rumah.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina juga di Balai Kota pada Senin, (04/01/21) tadi, mengaku telah mendengar kabar Mendikbud membatalkan rencana pembelajaran tatap muka. Jika hal itu benar ujarnya, Pemerintah Kota Banjarmasin kembali harus menunggu instruksi dari pusat.
Bahkan pihaknya pun dipastikan tetap patuh terhadap kebijakan yang diputuskan.
“Kalau pusat menyatakan menunda (belajar tatap muka), ya kita tunda,” ucapnya Ibnu di Balai Kota.
Diketahui sebelumnya rencana pembelajaran tatap muka tingkat SMP di Banjarmasin akan digelar pada tanggal 11 Januari.
Penulis: Rian Akhmad
Editor: Yayan




0 Komentar