Hallobanua.com, Banjarmasin - Tepat pada tanggal 4 Januari 2021 tadi Jembatan Antasan Bromo diresmikan dan tepat mulai tanggal itu juga, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menutup kawasan Ekowisata jembatan gantung tersebut bagi pengunjung dari luar.
Terkecuali, bagi warga Pulau Bromo dan kawasan Mantuil, jembatan tetap difungsikan sebagai penyeberangan dan aktivitas warga sekitar.
Alasan penutupan pun dikarenakan untuk menghindari kerumunan agar tidak terjadi penularan wabah Covid-19.
Pemko pun juga menurunkan tim gabungan TNI, Polri dan Satpol PP serta Dishub Kota Banjarmasin untuk melakukan penjagaan ketat terhadap wisatawan yang datang di kawasan Bromo. Namun, sayangnya, himbauan tersebut diindahkan oleh masyarakat.
Dari pantauan tim hallobanua.com dilapangan, Minggu petang (10/1/21), masih banyak terlihat pengunjung yang berdatangan menuju Jembatan Antasan Bromo, bahkan ada juga terlihat pengunjung menggunakan bus pariwisata.
Tim maupun petugas di pos pintu masuk terpaksa harus meminta bus pariwisata itu untuk putar arah.
"Yang mau ke Jembatan Bromo, putar arah, jembatan ditutup," teriak petugas.
Pengawasan ketat dari petugas rupanya terkesan kurang didukung oleh warga sekitar.
Kendati diberi batasan pagar dari seng, pintu masuk di kawasan ekowisata Jembatan Antasan Bromo, masih ada warga yang mempersilahkan pengunjung untuk memarkirkan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dipinggir jalan.
Pemandangan serupa juga terlihat kawasan RTH, meski dibatasi oleh pagar seng, masih saja terlihat warga berkerumun. Begitu juga dengan para pedagang dadakan ramai berjualan disana.
Deddy, salah seorang petugas Pol PP Banjarmasin, yang berjaga di pos pintu masuk jembatan mengatakan, pihaknya melakukan penjagaan setiap hari bergantian hingga jam 12 malam sembari memberikan himbauan kepada masyarakat.
"Kami bertugas jaga sampai pukul 00.00 wita. Empat jam sekali ganti regu, mungkin sekitar enam regu setiap hari. Penjagaan dibagi tiga di posko utama depan pintu masuk pulau bromo, di pos pantauan dua didalam ekowisata dan pintu masuk jembatan bromonya. Tapi ada yang patroli juga berjalan di areal jembatan," terangnya.
Sementara itu, Babinkamtibmas Kelurahan Mantuil, Aiptu Dharma Suryadi juga turut menghimbau pengunjung untuk meninggalkan lokasi, akan tetapi masih banyak pengunjung yang tak menggubris himbauan petugas.
"Kita sudah himbau pengunjung yang datang, agar segera pulang. Dan juga kita kasih tau yang naik ke jembatan cuma warga Bromo. Tapi namanya pengunjung ya ngeyel," pungkasnya.
Penulis: Rian Akhmad
Editor: Yayan



0 Komentar