Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, SMPN di Banjarmasin Pasrah Terima Keputusan

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kota Banjarmasin yang rencananya akan digelar pada 11 Januari 2021

Hallobanua.com, Banjarmasin - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kota Banjarmasin yang rencananya akan digelar pada 11 Januari 2021 mendatang, terancam ditunda. 

Pasalnya, keputusan terkait penerapan sekolah dengan sistem tatap muka yang sebelumnya diserahkan kepada masing-masing kepala daerah, saat ini kewenangan tersebut kembali ditarik oleh pemerintah pusat. 

Di Banjarmasin pun sebelumnya, beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah melakukan berbagai persiapan terkait pelaksanaan PTM tersebut. 

Salah satunya di SMPN 9 Banjarmasin yang sudah menyiapkan termasuk anjuran wajib untuk penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di sekolah.

Menanggapi hal itu, Kepala SMP Negeri 9 Kota Banjarmasin, Pahri M. Pd mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya mengikuti arahan yang akan diputuskan oleh Pemko Banjarmasin, dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat.

"Kalau memang ditunda ya kita ikut saja. Walaupun persiapan sudah kita lakukan seperti mewajibkan swab test bagi setiap guru yang mengajar dan menyiapkan fasilitas penunjang lainnya lainnya," ungkap Pahri saat diwawancara rekan media melalui sambungan telpon Kamis, (07/01/21) kemarin.

Padahal, sebelumnya pihak SMPN 9 sendiri sudah mengantongi izin orangtua siswa untuk menggelar pembelajaran tatap muka. 

"Dari surat yang kami keluarkan kemarin itu lebih dari 70 persen orangtua  dari 800 lebih murid kami disekolah, setuju agar anaknya menggelar sekolah tatap muka. Tapi mau tidak mau kita tetap menunggu keputusan yang diambil oleh Pemko Banjarmasin," ucap Pahri. 

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Kota Banjarmasin, Sarifuddin Zuhri

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Kota Banjarmasin, Sarifuddin Zuhri mengaku belum menerima informasi apapun dari Pemko Banjarmasin, terkait ditundanya proses PTM. 

"Kita belum berani berkomentar banyak, soalnya sampai saat ini kami belum menerima kabar apapun dari dinas terkait," ungkap Sarfuddin. 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Kota Banjarmasin tersebut juga mengungkapkan bahwa hasil pembicaraan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dengan DPRD Kota Banjarmasin juga belum menemukan keputusan yang jelas. 

"Pembicaraan di dewan kemarin sepertinya masih alot, makanya belum bisa memberikan komentar. Kita tunggu hari Sabtu nanti seperti apa keputusan yang dikeluarkan oleh dinas terkait," pungkasnya. 

Penulis: Rian Akhmad
Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya