Hallobanua.com, Banjarmasin – Belum berkurangnya debit air di kawasan Banjarmasin Timur, menyebabkan tempa pengungsian di Terminal Induk KM 6 Banjarmasin masih dipenuhi oleh ratusan pengungsi yang rumahnya masih terendam air.
Menurut pantauan reporter hallobanua.com di lokasi, Kamis (21/1/21), tampak kios-kios yang ada di gedung terminal tipe B tersebut masih dipenuhi oleh para pengungsi yang sebagian berbaring di lorong-lorong gedung dengan hanya menggunakan tikar sebagai alas untuk tidur.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala UPTD Terminal Tipe B Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin saat ditanya oleh hallobanua.com (21/1/21).
“Saat ini terdapat 475 jiwa dari 145 KK yang mengungsi disini. Sedangkan loss-loss kios yang tersedia hanya 103 unit, sehingga loss-loss tersebut tidak mampu menampung seluruh pengungsi,” katanya.
Rusma juga menjelaskan, saat ini bantuan yang paling dibutuhkan oleh para pengungsi adalah keperluan bayi seperti popok dan pakaian.
![]() |
| Kepala UPTD Terminal Tipe B Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin (21/1/21) |
“Saat ini yang mulai menipis itu popok bayi. Untuk selimut sudah kami bagikan masing-masing 2 (dua) buah selimut per KK,” lanjutnya.
Ditambahkannya, hari ini (21/1/21), para pengungsi di Terminal KM 6 Banjarmasin telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
“Iya tadi masing-masing KK menerima bantuan berupa satu paket sembako dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin sekitar pukul 08.45 wita.
Menko PMK memiliki beberapa agenda khususnya peninjauan beberapa titik banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Menko PMK juga dijadwalkan mengunjungi lokasi pengungsian di Terminal KM 6 Banjarmasin pada pukul 13.00 wita.
Namun, berdasarkan informasi yang kami himpun, Menko PKM tidak jadi berkunjung ke Terminal KM 6, dikarenakan harus segera kembali ke Jakarta karena suatu alasan.
Penulis: Akim | Editor: Yayan





0 Komentar