Posko Pengungsi Batas Kota Banjarmasin-Kabupaten Banjar di Sungai Lulut Membutuhkan Bantuan Perahu Karet


hallobanua.com, Banjarmasin - Banjir yang merendam di wilayah perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, seperti di kawasan Sungai Lulut Ujung Komplek Mahligai Jl Ayani Km 7, Kertak Hanyar, sangat mengharapkan bantuan. khususnya perahu karet.

Sejak musibah banjir mengepung wilayah itu, hingga hari ke 6  ini, ketinggian air masih hampir sepinggang orang dewasa.

Tak sedikit warga yang terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, namun, banyak juga warga yang memilih bertahan di sana.

Untuk menampung warga, SDN Sungai Lulut 5 Banjarmasin, sementara dijadikan sebagai tempat pengungsian warga yang terdampak banjir. Bahkan, rumah warga yang tidak terendam ikut dijadikan sebagai posko darurat pengungsian dan penyimpanan bantuan sembako.

Seperti disampaikan oleh Ibnu Sabil, kordinator posko batas kota, juga salah seorang warga disana, mengatakan per tanggal 18 Januari 2021 kemarin, jumlah warga yang mengungsi sekitar 90 an orang.

Dikatakannya, tidak hanya orang dewasa, lansia dan anak anak hingga ibu hamil pun ditampung di posko pengungsi batas kota tersebut. 


“Untuk ibu hamil tua  memang kemarin sempat mengungsi di tempat kami, namun hari ini tadi sudah dievakuasi oleh puskesmas Kertak Hanyar, karena yang bersangkutan ingin melahirkan,” ujar Ibnu Sabil kepada hallobanua.com, Selasa (19/1/21).

Tingginya debir air, membuat warga dan para relawan untuk menyalurkan bantuan langsung ke lokasi terkendala.

Berbekal drum bekas yang dimodifikasi menjadi perahu, dimanfaatkan warga disana untuk menyalurkan bantuan sembako ke rumah rumah warga yang terisolasi akibat banjir ini.

Ditambahkan Ibnu Sabil, juga ASN Pemko Banjarmasin ini, meski pun terisolasi dari kepungan banjir, pihaknya menyampaikan terimakasih kepada sejumlah pihak yang saat ini memberikan bantuan dan perhatiannya.

“Untuk bantuan memang sudah ada disalurkan ke warga kami disini dan di pengungsian batas kota. Bahkan, untuk kesehatan warga kami disini petugas kesehatan dari puskesmas terdekat juga memantau datang kesini,” ujarnya.

Kendati demikian, Ibnu dan warga disana sangat berharap bantuan berupa perahu karet untuk alat transportasi menyalurkan bantuan ke rumah warga, dan  selimut maupun tikar untuk kenyamanan warga yang mengungsi di SDN 5 Sungai Lulut.

“Kami menerima bantuan dari para donatur untuk mencukup kebutuhan para pengungsi. Dan, yang sangat kami butuhkan adalah perahu karet untuk alat transportasi kami dalam hal mengevakuasi warga maupun menyalurkan bantuan” harap Ibnu.

Penulis:Tim Liputan | Editor: Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya