![]() |
| Dinas PUPR tambah pompa dumping untuk sedot air |
Hallobanua.com, Banjarmasin - Sudah sepekan lebih sejumlah wilayah di kota Banjarmasin digenangi air atau banjir, hal ini membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin meningkatkan dan memaksimalkan upaya penanggulangan banjir lewat sedot air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR, Windiasti Kartika ST MT, memaparkan, sebelumnya sudah ada bantuan puluhan mesin pompa dari Barisan Pemadam Kebakaran swasta di kota Banjarmasin, menurutnya hingga saat ini terdapat 20 buah mesin yang bekerja memompa air di beberapa titik di kota Banjarmasin.
"Ada pompa bantuan dari teman-teman BPK yang bisa kita pergunakan untuk mempercepat pemompaan air di lapangan 20 buah pompa yang dapat beroprasi,"ujarnya.
Untuk menambah kekuatan dalam proses pompanisasi, Dinas PUPR katanya melakukan pembelian pompa dumping 10 unit dengan diameter 6 inc.
Dan, mesin pompa itu diyakininya mampu menyedot volume air yang cukup besar dengan ukuran kapasitas 150 kubik perjam.
Ditambahkannya, pompa dumping 10 unit tersebut akan di gunakan ditempat titik-titik strategis, bahkan pada hari ini sudah ada 6 unit yang dioperasikan.
“Dua unit dibelakang Tempekong, 2 unit di Sungai Kramat, dan 2 unit disamping play over Sungai guring dekat kuliner baiman dan 4 unitnya lagi akan disebarkan dibeberapa titik," ungkapnya.
Selain itu, Windi mengatakan, proses pemompan air banjir di Kota Banjarmasin juga mendapatkan bantuan dari beberapa pengusaha berupa 1 unit pompa dumping ukuran 10 inc yang beroprasi di sungai gardu dan berkapasitas 1000 liter perdetik.
"Dengan menggunakan 1 unit pompa tersebut air yang turun lumayan signifikan dan hari ini ada tambahan lagi satu pompa dumping dari pengusaha lainnya," bebernya.
Dengan disedot airnya, diharapkan banjir di sungai gardu itu bisa menarik air dari jalan Pramuka, kawasan Dharma Praja dan di sekitar Pal 6 terminal. Dan pemko Banjarmasin berharap dengan dioperasikan pompa ini, debit air akan semakin berkurang, dan air cepat turun.
Penulis: Tim Liputan | Editor: Yayan





0 Komentar