Hallobanua.com, Kabupaten Banjar - Banjir yang melanda sejumlah Kabupaten di Kalimantan Selatan, cukup menyita perhatian semua pihak. Di 9 dari 13 kabupaten/kota yang terdampak banjir parah, Kabupaten Banjar salah satunya yang terdampak.
Khususnya,di Desa Sungai Tandipah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, kini kondisinya cukup memprihatinkan.
Dari pantauan hallobanua.com di lokasi banjir, Senin malam (18/1/21), tampak para relawan dari Kota Banjarmasin, ikut menyalurkan bantuan
berupa sembako dan makanan siap saji kepada warga terdampak di Desa Tandipah.
Tak mudah untuk bisa menjangkau ke daerah tersebut, setidaknya perlu perjuangan dan kehati hatian untuk bisa sampai ke lokasi banjir tersebut.
Tim relawan berjalan dari jembatan Sungai Bakung, Sungai Lulut sekitar 2 jam perjalanan menuju Desa sungai Tandipah, hingga harus melewati dan menerobos jalan yang banjir setinggi paha orang dewasa.
Kawasan yang cukup dekat dengan Kota Banjarmasin tersebut rupanya cukup terisolir. Bahkan, masyarakat disana membuat sebuah jembatan untuk dijadikan posko pengungsian warga.
Kepada hallobanua.com, Zarkasih, warga asli Sungai Tandipah tersebut mengaku, sampai saat ini pemerintah kabupaten masih belum menyalurkan bantuan.
Diungkapkannya, dilokasi pengungsian banyak terdapat anak-anak serta lansia, hingga membutuhkan makanan, obat obatan serta tempat tidur yang layak.
"Ya seperti inilah keadaannya. Orang tua banyak yang batuk batuk, perlu obat. Sampai sekarang belum dapat bantuan. Tapi Alhamdulillah relawan datang membawa makanan kesini," ucapnya di posko pengungsian darurat, Senin, malam (18/01/21).
Sekadar diketahui, akses atau mobilisasi menuju lokasi Desa Sungai Tandipah cukup sulit, hingga menjadi penyebab sulitnya logistik untuk masuk menuju desa terdampak banjir cukup parah tersebut.
"Ya urang kesininya yang susah pak, soalnya harus pakai jukung baru bisa ngantar bantuan kesini. Kalau pakai mobil ya susah," ucap Upi, salah seorang warga Desa Tandipah RT. 02 menambahkan.
Sementara itu, Abidin salah seorang relawan mengaku, mengantar bantuan ke daerah tersebut karena inisiatif bersama rekan meraka. Karena ia menilai, bantuan masih banyak yang tidak tersalurkan di kawasan tersebut.
"Ini inisiatif kami saja, mungkin untuk bantuan di kawasan pinggir masih bisa saja didapatkan. Akan tetapi kalau mereka yang berada dipelosok, pasti ada bantuan yang tidak sampai, ya aksesnya juga susah. Jalan kaki aja berjam-jam dengan kedalam air sampai perut," ujarnya.
Adenan, salah seorang relawan pun berharap, dengan adanya gerakan kecil untuk ikut membantu menyalurkan bantuan tersebut, pemerintah segera memberikan bantuan berupa obat obatan dan yang lainnya.
"Ya kalau tidak kita anak muda yang turun, siapa lagi ? Harapannya sih dengan gerakan kita ini, pemerintah akan bergerak cepat juga berikan logistik obat dan makan untuk warga disana," pungkas Adenan.
Penulis: Rian Akhmad | Editor: Yayan



0 Komentar