Terminal Induk di KM 6 Dimanfaatkan Warga Korban Banjir Mengungsi

Hallobanua.com, Banjarmasin – Banjir yang mengepung di Kecamatan Banjarmasin Timur, khususnya di kawasan Terminal Induk Km 6, hingga banyak merendam rumah warga, memaksa warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Terminal Induk KM 6 Banjarmasin, kini jadi tempat pengungsian warga terdampak banjir. Tadinya, kios kios diterminal itu kosong dan sepi dari aktivitas, kini berubah menjadi tempat warga untuk mengungsi sementara waktu

Salah seorang warga Gg. Andin Rama, Jl. A Yani Km.6, Nani (50) mengaku mengungsi setelah air naik d irumahnya sekitar pukul 22.00, wita, membuat rumahnya terendam. 

"Tadi malam itu langsung ke terminal. Ternyata diperbolehkan untuk tinggal disini sementara. Cuma bawa baju sama barang yang penting saja. Yang lain semuanya ditinggal," ucapnya kepada hallobanua.com, Sabtu siang (16/1/21). 

Hal yang sama juga dirasakan Sahril (65), dirinya mengungsi bersama anak cucunya saat ketinggian air meningkat hingga dapat mengancam keselamatannya dan keluarga.

Banyak jumlah pengungsi di Terminal Km 6 ini, warga pun sangat berharap bantuan dari pemerintah maupun para donatur dan dermawan lainnya.

"Karena lumayan banyak orang yang mengungsi, jadi kadang makanan tidak merata terbagi. Jadi semoga kedepannya makanan rata terbagi buat yang mengungsi dibelakang terminal ini, “ harap Imran korban banjir

Dijadikannya kawasan Terminal penumpang tipe B di KM 6 ini, mendapat persetujuan dari pihak pengelola terminal setempat.

Kepala UPTD Terminal Induk KM 6, Rusma Khazairin

Kepala UPTD Terminal Induk KM 6, Rusma Khazairin yang ikut melakukan pemantauan di tempat pengungsian ini mengatakan sampai saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 181 orang.
"Sementara ini sudah ada sebanyak 181 jiwa yang mengungsi korban banjir di terminal kita. Tapi ini kemungkinan akan bertambah, karena masih banyak warga yang terus berdatangan," ujar Rusma Khazairin, Sabtu, (16/01/21). 

Rusma juga mengungkapkan, terminal KM-6 Banjarmasin ini sudah mulai menjadi tempat pengungsian sejak Jumat (15/01/21) tadi.

"Di gedung terminal ini ada sebanyak 103 kios kosong, sudah separuhnya ditempati pengungsi saat ini, kemaren soalnya ada permintaan dari beberapa warga disini," timpalnya.

Ditambahkannya, pihaknya sudah berkordinasi dan mendapat persetujuan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, dengan digunakannya Terminal tersebut sebagai lokasi untuk pengungsian korban banjir. 

"Kita ada dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan juga pagi tadi pak Walikota Banjarmasin ikut  membantu bahan pokok bagi pengungsi, bahkan beliau juga mengatakan posko dapur umum kecamatan juga akan suplai makanan di pengungsian terminal ini," katanya. 

Dari pantauan hallobanua.com di lapangan, bantuan logistik seperti sembako mulai berdatangan dari para donator. Bahkan, di lokasi ini telah didirikan posko dapur umum untuk menyediakan makanan jadi bagi para pengungsi.

"Kita ada dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan juga pagi tadi pak Walikota Banjarmasin juga membantu bahan pokok untuk pengungsi, bahkan beliau juga mengatakan posko dapur umum kecamatan juga akan suplai makanan di pengungsian terminal ini," katanya. 

Penulis: Rian | Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya