hallobanua.com, Banjarmasin - Kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kota Banjarmasin, ikut berimbas kepada keberlangsungan usaha para pedagang kecil.
Aldi (21) salah sorang pedagang pentol goreng di kawasan Ekowisata Pulau Bromo salah satunya. mengaku sudah beralih ke kompor yang menggunakan minyak tanah untuk berjualan pentol goreng.
"Gas sudah susah dicari, jadi kita jualan pakai kompor minyak tanah," ucapnya kepada hallobanua.com.
Meski demikian, ia mengungkapkan penggunaan minyak tanah rupanya lebih boros dan lebih mahal daripada Gas LPG 3 kg.
Meski demikian, Ia mengatakan hal itu dilakukannya untuk sementara waktu, sambil ketersediaan elpiji 3 Kg normal kembaliu.
"Sebenarnya minyak tanah ini leboh boros apalagi harganya juga mahal. Tapi mau gimana lagi, kalau gak pakai minyak tanah tidak bisa berdagang kami," keluhnya.
Ia juga berharap, pemerintah secepatnya menanggulangi dan menuntaskan kelangkaan gas melon tersebut.
"Harapannya pemerintah harusnya sudah bisa menanggulangi masalah ini. Kan dulu pemerintah menganjurkan beralih dari minyak tanah ke gas. Harusnya pasokan gas itu harus terus dipenuhi, jangan sampai seperti ini," keluhnya.
Penulis: Rian | Editor: Yayan




0 Komentar