Hampir 1 Tahun Tutup, Disbudpar Masih Enggan Buka Siring Menara Pandang

hallobanua.com, Banjarmasin - Imbas pandemi Covid-19 di Kota Banjarmasin, membuat sejumlah tempat wisata ditutup, salah satunya Wisata Siring Menara Pandang, hingga satu tahun terakhir ini,  ditutup untuk umum oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Tadinya, suasana di siring depan Nol Kilometer ini ramai dikunjungi warga bahkan kerap dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menggelar berbagai event. Namun, sejak pandemi merebak, suasana di siring pun jadi sepi.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al Hak mengaku masih belum ada niat untuk membuka kawasan Siring Menara Pandang. 

"Karena potensi terjadinya kerumunan massa masih cukup besar, sehingga pengelola tetap mensterilkan lokasi ini, jadi masih belum kami buka," ujar Ehsan. 

Dilanjutkannya, alasan mengapa sampai sekarang pihaknya  belum berniat  untuk membuka objek wisata tersebut , yakni masih minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan pengawasan, dan keterbatasan sarana prasarana. 

"Kita belum punya petugas khusus untuk mengawasi setiap pengunjung, yang ada cuma petugas kebersihan dan jaga malam. Karena kondisi itu tidak kami buka," ungkapnya.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al Hak

Saat disinggung  aktivitas 2 warga berolahraga di kawasan itu, Ihsan menyatakan tidak ada larangan untuk itu.

Hanya saja orang-orang tersebut harus lewat dan tidak berdiam di siring. Misal seperti melakukan kegiatan senam dan lainnya, maka petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan membubarkan. 

"Sejak awal PSSB itu tidak dilarang, yang penting dia tidak menetap disana, numpang lewat saja tidak masalah," pungkasnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin memilih untuk menutup kawasan Siring Jl. Pierre Tendean mulai dari Patung Bekantan hingga siring Pasar Lama dikarenakan merebaknya pandemi Covid-19 di Banjarmasin. 

Penutupan Menara Pandang termasuk Pasar Terapung Banjarmasin sendiri diambil untuk mengantisipasi dan mencegah penularan wabah virus corona.

Penulis: Rian | Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya