hallobanua.com, Banjarmasin – Hingga batas waktu yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, agar Jembatan Bangunan Gedung (JBG) yang menutupi dan menghalangi arus sungai untuk dibongkar sendiri, rupanya tak digubris oleh masyarakat.
Alhasil, Pemko Banjarmasin, melalui Tim Satgas Normalisasi Sungai, terpaksa akan melakukan pembongkaran terhadap pemilik JBG yang terkesan mengindahkan instruksi dari surat edaran Walikota Banjarmasin tersebut.
Namun, sayangnya, tim satgas terkesan lemah untuk menegakan surat edaran walikota itu. Kendati deadline waktu sudah berakhir pada 13 Februari tadi, Pemko Banjarmasin justru kembali bernego kepada pemilik JBG.
Dari pantauan hallobanua.com, Rabu, (17/02/21), masih ada warga bergeming dan tidak melakukan pembongkaran atas JBG maupun bangunan rumahnya sendiri.
Sementara, pada Rabu (17/2/21), Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanganan Banjir Kota Banjarmasin, menyambangi 5 titik JBG, masing-masing di Jl A Yani Km. 6 Banjarmasin, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Jl Gatot Subroto, Jl Veteran, Sungai Tatas di kawasan Masjid Sabilal Muhtadi dan Jl Zafri Zam-Zam.
"Target sasaran, ada pengerukan dan pembongkaran. Pengerukan dilakukan di Sungai Veteran sambil melakukan sosialisasi dan pembongkaran ringan," ujar Doyo, selaku Ketua Tim Satgas.
Doyo mengakui, ketika pihaknya menemukan bahwa ada rumah yang menjorok ke sungai di kawasan itu, ketika itu pula pihaknya melakukan negosiasi.
Pihaknya masih mengakukan himbauan kepada pemilik rumah, untuk menyiapkan tukang untuk membongkar rumah agar ke depan, pengerukan sungai bisa lebih nyaman.
"Bongkar, nego, bongkar, nego. Terus seperti itu sampai semua sungai bisa diperlebar," ucap Doyo.
Saat ditanya, apakah ada penolakan oleh warga saat pembongkaran, Doyo berharap itu tak terjadi. Kalau pun ada, Doyo memastikan bahwa timnya sudah siap.
"Mengajukan keberatan adalah hak warga negara. Tentunya kami sikapi dengan sikap yang dingin. Tapi harapan kami mudah-mudahan tidak terjadi. Sampai saat ini, tidak ada penolakan," bebernya.
Kedepannya, Doyo menargetkan bahwa sungai-sungai yang dilakukan pembongkaran bisa terkoneksi satu dengan yang lainnya. Seperti, Sungai Ahmad Yani yang tersambung dengan Sungai Bilu.
“Akhir bulan kami harapkan sudah selesai semua pembongkarannya," pungkas Doyo.
Penulis: Rian | Editor: Yayan




0 Komentar