hallobanua.com, Banjarmasin – Setelah keberadaanya sulit didapat dalam beberapa hari terakhir, hari ini Sabtu (20/2/21), LPG ukuran 3 kg sudah tersedia di sejumlah pangkalan LPG yang ada di Kota Banjarmasin. Tak ayal masyarakat berbondong-bondong menyambangi pangkalan LPG untuk menukarkan tabung LPG kosong mereka dengan tabung LPG yang berisi.
Menurut pantauan hallobanua.com di salah satu pangkalan LPG di Jalan Veteran Banjarmasin, puluhan orang sudah mengantri sejak jam 09.00 wita untuk menukarkan kupon yang telah dibagikan sebelumnya dengan tabung LPG 3 kg.
“Jadi disini kita sistem kupon, satu orang dapat satu kupon yang kemudian dapat ditukarkan dengan LPG 3 kg seharga 17.500 rupiah ,” kata Adi selaku pemilik pangkalan kepada hallobanua.com (20/2/21).
Dijelaskannya, seluruh LPG 3 kg yang datang pada hari ini, semuanya langsung habis hanya dalam waktu beberapa jam saja.
“Tadi jam 9 pag sudah banyak yang antri, lalu sekitar jam 10 datang 250 tabung LPG 3 kg dan langsung habis,” lanjutnya.
Ditambahkannya, kelangkaan ini tidak hanya terjadi pada LPG ukuran 3 kg saja, melainkan semua ukuran.
“Ini yang 5,5 kg dan 12 kg masih kosong. Kemungkinan sore atau malam ini baru datang,” pungkasnya.
![]() |
| Adi, pemilik pangkalan LPG di Jalan Veteran Banjarmasin (18/2/21) |
Sementara itu menurut Hikmah (37), salah seorang warga yang mengantri LPG di pangkalan milik Adi, mengatakan bahwa dirinya sudah kehabisan LPG sejak 4 hari yang lalu.
“Sudah 4 hari tidak dapat LPG, kemarin sempat beli di eceran tapi harganya sampa 50 ribu per tabung yang 3 kg. setelah itu tidak bisa beli lagi karena harganya yang mahal, soalnya saya cuma jualan gorengan kecil-kecilan di depan rumah,” kata Hikmah kepada Hikmah kepada hallobanua.com
Hikmah berharap agar pemerintah dapat mengatasi permasalahan ini secepatnya.
“Mudahan cepat beres. Susah sekali kalau seperti ini apalagi bagi rakyat kecil seperti saya. Sudah jualan sepi, ditambah gas susah dicari,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kelangkaan LPG di Kota Banjarmasin terjadi bukan karena minimnya pasokan dari Pertamina, tetapi dikarenakan distribusi yang tersendat dikarenakan Jalan Gubernur Syarkawi yang merupakan jalur perlintasan armada Pertamina yang mengangkut bahan baku LPG, kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilintasi.
Penulis: Akim | Editor: Yayan





0 Komentar