![]() |
| karyawan perusahaan mencoba memperbaiki rumah warga yang retak |
hallobanua.com, Kotabaru – Terlanjur kecewa kepada PT STC, warga di Desa Sungup Kanan Kotabaru menolak dan mengembalikan pemberian dari perusahaan tambang batu bara tersebut berupa 2 (dua) sak semen dan 2 (dua) kaleng cat dinding.
Warga disana menilai pemberian bantuan itu tidak sesuai dengan kondisi rumah warga yang dinding dindingnya retak, ditengarai akibat aktivitas blasting (peledakan) oleh perusahaan itu.
"Perusahan tambang batu bara, tidak sesui ganti ruginya, masa rumah retak cuma diganti semen dua sak, dan cat beton," ungkap Ary salah seorang warga di RT 4 yang rumahnya jadi korban akibat aktivitas blasting tersebut, kepada hallobanua.com, Rabu (17/2/21).
Ditambahkannya, selain rumahnya masih banyak rumah rumah warga lainnya yang lokasinya tidak jauh dari aktivitas pertambangan yang mengalami kerugian.
"Suara armada yang bising di malam hari juga sangat mengganggu kenyamanan warga terutama anak-anak dan balita," ujarnya.
Kepala Desa Sungup Kanan, Aisyah membenarkan kerugian yang dialami warganya akibat aktivitas perusahaan pertambangan batu bara tersebut.
"Rumah warga banyak yang retak, sebagian sudah ada yang diperbaiki bagi yang mau seperti kantor desa yang juga retak, kini sudah diperbaiki oleh perusahaan," terangnya.
Sementara, oleh pihak perusahaan setelah menerima laporan dari kepala desa dan warga, mencoba melakukan perbaikan, dengan hanya mengantarkan dan memberikan semen dan cat dinding kepada beberapa orang pemilik rumah mereka yang rusak.
Menanggapi kekecewaan dan penolakan dari warga, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp perwakilan pihak manajemen PT STC, Bagus Umbara justru menyarankan agar konfirmasi dari awak media dilayangkan secara tertulis
"Langsung saja KTT bersurat," kata Bagus Umbara, melalui pesan singkat via WhatsApp.
Penulis: Heri | Editor: Yayan




0 Komentar