Harga Cabai Mahal, Ini Sebabnya


hallobanua.com, Banjarmasin – Cuaca ekstrim  hingga membuat waktu panen petani cabai mundur, menjadi salah satu sebab harga penjualan cabai di Kota Banjarmasin meroket. 

Menyikapi itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar menjelaskan, saat banjir beberapa waktu lalu, pasokan cabai melimpah.

Namun Kemudian, melihat banyaknya pasokan cabai, membuat sejumlah pemasok  memilih menunda proses tanam,  tanpa memperhitungkan bahwa cuaca ekstrem bakal terjadi.

Kondisi itupun ujarnya tak bakal berlangsung lama. Sebab, diperkirakan tanggal 20 Maret mendatang, tanaman cabai bakal mulai dapat dipanen. 

"Alhasil, panen cabai pun mundur hingga stoknya habis. Namun sekali lagi, dari informasi yang kami terima stok dan harga cabai bakal kembali normal. Karena diperkirakan tanggal 20 Maret mendatang cabai bisa dipanen," jelas Tezar. 


Tezar juga mengaku bahwa kenaikan harga cabai di Kota Banjarmasin, berdasarkan hasil pendataan pihaknya pada Senin (08/03/21) tadi, bervariatif. 

Seperti di Pasar Antasari harga cabai perkilogramnya mencapai Rp. 130 ribu, di Pasar Lama Rp. 110 ribu. Sedangkan di pasar-pasar lain seperti Pasar Pekauman, Pasar Teluk Tiram dan Pasar Teluk Dalam, harganya berkisar Rp.150 ribu perkilogram. 

"Memang harga normal cabai itu sekitar Rp. 60 ribu sampai Rp. 80 ribu. Tingkat kebutuhan warga akan cabai cukup tinggi, semoga ke depan tidak terjadi kenaikan lagi," tuturnya. 

Ia pun berharap, dalam kondisi saat ini, panen cabai tepat waktu agar harga cabai kembali normal. Rian Akhmad/Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya