hallobanua.com, Banjarmasin - Menyambut Idul Adha 1442 H, sebanyak 50 orang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pemotongan hewan kurban sesuai syari'at Islam dan Kesejahteraan Islam,
Bimtek dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Aula DKP3, pada Selasa, (06/07/21).
"Ada 50 orang pesertanya dari 5 Kecamatan di Banjarmasin, terdiri dari panita kurban semua," ujar Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko, Selasa, (06/07/21).
Tujuan bimtek yang diisii oleh DKP3 Banjarmasin dan Ustadz Uria Hasnan dari MUI Kota Banjarmasin tersebut ialah memberikan informasi terkait pemotongan kurban secara teknis.
"Kita melaksanakan ini untuk memberitahukan secara teknis cara pemotongan hewan yang benar," katanya.
Ia mengaku, jumlah pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan saat pandemi Covid-19 ini bebeda dari sebelumnya. Pasalnya, ia menerangkan jumlah pemotongan saat ini semakin berkurang.
Ia menuturkan, nantinya lokasi pemotongan yang ditentukan Pemerintah Kota (Pemko) yakni di Rumah Potong Hewan (RPH).
"Kalau dulu kan biasanya di perumahan dan di Masjid. Sekarang lebih banyak dititik beratkan di RPH," kata Annang.
Meskipun begitu, ia mengatakan masih bisa pelaksanaan penotongan hewan dilaksanakan dilokasi lain, asalkan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat.
"Supaya tidak ada kerumunan yang banyak saat pelaksanaan kurban itu," pungkasnya.
Sementara itu, Haitami Hatta, salah satu peserta Bimtek mengaku, ada beberapa hal yang ia dapatkan dalam pelaksanaan bimtek tersebut, seperti penimbangan sapi dan cara pembantingan sapi.
"Ini mudah-mudahan bisa kita terapkan di masjid dalam pelaksanaan kurban nanti," katanya kepada hallobanua.com, Selasa, (06/07/21).
Meski begitu, ia bersama puluhan peserta lainnya tetap meminta kepada DKP3 untuk melaksanakan praktik pemotongan hewan secara langsung.
"Kita tetap perlu untuk praktik langsung kesana. Walau pernah melakukannya saat menyembelih, tapi masih perlu tahu ilmu bagaimana meletakan pisau seperti apa," tutupnya.
rian akhmad/ may




0 Komentar