hallobanua.com, Banjarmasin - Tempat Isolasi Terpusat (Isoter) yang berada di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Banjarmasin sudah siap dipergunakan.
Hal itu disampaikan langsung Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina kepada awak media di Balai Kota Banjarmasin.
"Sudah disiapkan. Mungin pekan-pekan ini sudah bisa ditempati," terangnya, Senin, (23/08/21).
Pimpinan Kota Seribu Sungai tersebut memaparkan, setidaknya ada 84 tempat tidur yang disiapkan di tempat isoter yang berlokasi di jalan Batu Besar kawasan komplek Mulawarman sebagai Rumah Sehat Karantina.
"Jadi Insyaallah siap menampung yang isolasi mandiri di Balai Sosial itu," ungkap Ibnu.
Selain itu, menurutnya pengadaan isoter tersebut sesuai arahan dari pemerintah pusat.
Ditanya sampai kapankan tempat isoter itu dipergunakan? Menurut Ibnu, selama masih ada warga yang melaksanakan isolasi mandiri, pihaknya bakal terus menyiapkan, karena itu nertujuan untuk mengurangi beban rumah sakit.
"Jadi yang tidak bergejala sesak nafas, itu bisa ditangani secara mandiri diisoter, jadi lumayan mengurangi beban di rumah sakit kita," pungkasnya.
Tempat Isolasi Terpusat (isoter) di BBPPKS Banjarmasin siap digunakan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengungkapkan, bahwa pembahasan anggaran untuk keperluan penyediaan Isoter sudah hampir rampung.
"Dalam minggu ini akan kita rampungkan pembahasan anggarannya. Mudah-mudahan awal September paling lambat sudah bisa digunakan sebagai Isoter," ucapnya, belum lama tadi.
Ia memprediksi, minimal anggaran yang diperlukan untuk memenuhi berbagai keperluan di tempat Isoter mencapai Rp 1,2 M.
Anggaran sebesar itu klaimnya, bakal digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya seperti konsumsi warga isolasix honor jasa Petugas Kesehatan (Nakes) yang betugas.
Termasuk juga untuk pemenuhan sarana dan prasarana yang masih kurang dan insentif cleaning service serta petugas keamanan.
"Prediksi Rp 1,2 M yang kita butuhkan minimal. Tapi perkiraan bisa saja sampai Rp 1,5 M," tutup Machli.
rian akhmad/ may




0 Komentar