Hallobanua.com, Banjarmasin - Keluarga Siti Aminah (25) korban rumah roboh, sedikit harus bersabar.
Pasalnya, Pemerintah Kota Banjarmasin belum bisa melakukan program bedah rumah, mengingat status lahan dan bagunan yang didiami, hanya sebatas sewa.
Meski demikian, Dinsos Kota Banjarmasin untuk sementara waktu, akan menempatkan Siti Aminah dan keluarganya di Rumah Singgah.
Pasca kejadian, Lurah Sungai Jingah Zainudin bersama Dinsos setempat, meninjau kondisi rumah roboh tersebut dan melakukan pendataan.
"Kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial untuk bantuan bedah rumah. Tapi tanah dan bangunan bukan milik pribadi," ujar Lurah Sungai Jingah, kepada awak media Senin, (02/08/21).
Meski begitu, untuk bantuan lain seperti jaminan kesehatan, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), masih diberikan untuk keluarga Siti Aminah.
"Sudah disini sejak 2014. Kami sempat menawarkan diminta untuk ke rumah singgah tapi yang bersangkutan keberatan. Karena pekerjaannya disini," pungkasnya.
Sementara itu, Rusdiana orangtua Aminah, mengaku syok dan khawatir, setelah mendapat kabar yang menimpa anaknya.
"Dia sempat menelpin, minta tolong. Namanya anak kan minta tolong, langsung saya kesini sampai sakit dada saya,"ucapnya sambil menahan tangis saat diwawancara hallobanua.com, Senin, (02/08/21).
Rusdiana sendiri tinggal terpisah dengan anaknya. Ia tinggal di wilayah Manarap, Kabupaten Banjar.
"Jadi malam tadi dia tidur dimushola sini aja sementara," tuturnya.
Siti Aminah (25) tinggal bersama suaminya, Udin Beter (60) dan 2 anaknya yakni Aisyah dan Andre, sejak 7 tahun yang lalu, dengan biaya sewa rumah sebesar Rp 50 ribu per bulan.
Kondisi semakin memprihatinkan karena Aminah bekerja sebagai pemulung di wilayah tersebut. Sedangkan suaminya Udin Tak bisa bekerja lagi, dikarenakan saat ini kondisi matanya yang buta.
Saat ini Aminah hanya bisa berharap bamtuan dan uluran tangam dari dermawan untuk bisa sedikit meringankan beban penderitaannya.
rian akhmad/ may



0 Komentar