hallobanua.com, Banjarmasin – Tingginya angka kematian bagi Tenaga Kesehatan (nakes) akibat terpapar Covid-19, menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota (pemko) Banjarmasin memperpanjang PPKM Level IV di Banjarmasin.
"Hari ini ada 183 nakes kita yang terpapar. Tetapi kita juga sudah merekrut kembali ada 47 perawat, 11 bidan dan 1 dokter untuk merawar pasien Covid-19," ungkap Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Senin (2/8/21).
Meski begitu, kata Ibnu Sina, Pemko akan menambah nakes untuk memaksimalkan pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit.
Selain tenaga nakes yang banyak terpapar Covid-19, yakni Testing, Tracing dan Treatment (3T) di kota Banjarmasin masih sangat rendah., yakni hanya di angka 0,7. Artinya tracing masih jauh dari angka nasional yanki 4,2.
"Saat ini tracing kita masih rendah. Misalnya satu orang positif tracing kita hanya ke satu orang. Harusnya pelacakan sampai 4 hingga 10 orang," kata Ibnu Sina.
Kendati demikian, Ia juga mengaku bakal memperkuat 3T selama sepekan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
"Memaksimalkan petugas kita di RS, an alhamdulillah mulai pekan ini kita menambah tenaga survailens sebanyak 104 yang tersebar di 52 Kelurahan untuk mereka bisa melakukan pelacakan, testing dan treatmen untuk memastikan bahwa penyebaran Covid-19 bisa terkendali dengan baik," ungkapnya.
Ibnu meyakini, dengan diperpanjangnya PPKM kali ini tracing untuk masyarakat kota Seribu Sungai akan terus digalakkan agar dapat mengetahui angka penyebaran Covid dan dan memaksimalkan melakukan treatmen demi kenaikan angka kesembuhan.
"Mereka sudah rekrut untuk bekerja melakukan pelacakan, testing dan treartment. Kita harap angka-angka ini bisa diturunkan," tutupnya.
Rian akhmad/may



0 Komentar