hallobanua.com, Banjarmasin - Memaksimalkan waktu belajar di sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin bakal ubah metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Kadisdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, metode pembelajaran akan dilaksanakan pada semester depan, dengan cara menghadirkan siswa di sekolah setiap hari, namun masih dengan sistem shifting.
"Shift nya tetap, jadi bergantian ada yang pagi dan siang, sehingga bisa satu hari mengakomodir semua siswa. mereka bisa masuk sekolah setiap hari, tidak seperti sekarang yang bergantian," katanya. Selasa (02/11/21) tadi.
Tidak hanya merubah metode PTM, Totok juga akan merencanakan penambahan jam belajar siswa di tingkat SD maupun SMP.
"Jadi masing-masing rencananya akan ada penambahan jam belajar 1 jam. 4 jam untuk siswa SD dan 5 jam untuk siswa SMP," terangnya.
"Sekarang masih penggodokan, rencananya akan kami laksanakan pada semester depan," jelas Totok.
Meski begitu kata dia, tidak menutup kemungkinan, pada awal tahun mendatang PTM bisa dilaksankan 100 persen.
"Bisa saja 100 persen PTM, asal kasus covid-19 di Banjarmasin sudah berkurang, dan di sekolah tetap melaksanakan Prokes yang ketat," pungkasnya.
Diketahui, sampai saat ini pelaksanaan PTM di Banjarmasin terus dilaksanakan sekolah jenjang SD dan SMP.
Penulis : rian akhmad/ may



0 Komentar