hallobanua.com, Banjarmasin - Kawasan wisata Siring Pasar terapung Jl. Pierre Tendean, resmi diuji coba pada Minggu, (21/11/21) pagi.
Dari pantauan, para pengunjung yang ingin memasuki kawasan dermaga siring pasar terapung diharuskan menyiapkan kartu vaksin.
Namun sayang masing banyak para pengunjung yang tidak bervaksin dan abai prokes seperti tidak menggunakan masker.
Lantas petugas pun tidak membiarkan pengunjung untuk masuk ke kawasan wisata andalan Kota Seribu Sungai itu.
Setelah melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemberian hand sanitizer, pengunjung pun diperbolehkan masuk ke dermaga pasar terapung.
Didalam, terlihat puluhan acil-acil menggunakan jukung menjajakan dagangannya berupa buah-buah serta kue-kue tradisional.
"Alhamdulillah sekarang bisa berjualan, karena sudah lama sekali kita tidak pernah jualan lagi di siring," ungkap Aya, salah satu pedagang di siring pasar terapung.
Dengan dibukanya kawasan siring ini, ia mengaku sangat bersyukur. Pasalnya saat pandemi ini kata Aya, pendapatan sangatlah berkurang.
"Kalau dibuka bisa cari rejeki lagi. Mudah-mudahan pasar terapung ini tetap buka terus biar kami bisa jualan," ingin ibu 33 tahun itu.
Senada dengannya, Maimunah juga mengaku bahagia dengan uji coba pasar terapung ini.
Ia mengaku, pasca banjir awal tahun tadi hingga sekarang, ia bertumpu hanya berjualan buah dan sayuran di kampungnya.
"Musim sekarang apalagi pas musim banjir kemarin, tidak bisa berjualan. Jadi jualan buah sama sayur di rumah saja," katanya.
Maimunah pun menginginkan agar pasa terapung tersebut terus dibuka, untuk dirinya bersama puluhan pedagang pasar terapung agar bisa berdagang.
Terpisah, Rabiatul Adawiyah salah seorang pengunjung mengatakan, dengan dibukanya kawasan siring ini dapat membantu pemasukan untuk para pedagang.
Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 beberapa tahun ini, cukup memukul perekonomian acil-acil pedagang pasar terapung.
"Jadi kami bisa membantu mereka dengan cara membeli dagangannya," ungkapnya.
Selain itu, dengan dilakukan uji coba pembukaan kawasan wisata tersebut, kata Rabiatul, dapat mempersiapkan pembangunan ekonomi di Banjarmasin.
"Tentunya agar Corona hilang juga cepat dan menormalkan pemasukan kita di Banjarmasin," pungkas warga Jl. Prona itu.
rian akhmad/ may



0 Komentar