hallobanua.com, Banjarmasin - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin telah memulai uji coba pembukaan Pasar Terapung Siring Piere Tendean pada Minggi, (21/11/21) ini.
Terlihat petugas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata Siring dibantu beberapa instansi mulai dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub turut melaksanakan penjagaan dikawasan tersebut
Terkait itu, Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, M Ihsan Al Hak mengatakan, uji coba yang dijalankan saat ini bakal terus dijalankan selama 4 minggu kedepan.
Selain itu, pihaknya hanya mengizinkan sepertiga dari kapasitas jumlah pengunjung yang direkomendasikan oleh Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin.
"Dari Satgas memberi rekomendasi sebanyak 400 pengunjung, tapi yang kita jalankan ini hanya sepertiganya saja," ucapnya saat ditemui awak media di sela uji coba tersebut, Minggu (21/11/21).
Salam uji coba, pihaknya juga hanya mengizinkan sekitar 50 pedagang pasar terapung yang boleh berdagang di jukung disamping dermaga apung.
"Ini dilakukan agar kawasan wisata di sini bisa tertata dan kondusif. Baik dari pengunjungnya maupun pedagang yang biasanya berjualan di sekitar sini," bebernya.
Adapun uji coba ini dilaksanakan ujar Ihsan, yakni agar melihat kesiapan dari penyelenggara, aparat atau petugasnya, maupun peran serta pengunjung sebelum benar-benar dibuka secara resmi.
"Selama 4 minggu kedepan kita jalankan simulasi ini, dan nanti akan kita evaluasi pelaksanaannya. Kita lihat nanti, apakah nanti ada perbaikan dan penyempurnaan," Kata Ihsan.
Ihsan mengaku, betapa pentingnya fasilitas berupa pagar yang mengelilingi wisata siring tersebut. Bukan tanpa alasan, tentunya hal tersebut untuk bisa menyeleksi para pengunjung yang datang.
"Karena adanya pagar pengunjung yang datang lebih terseleksi. Orang yang belum bervaksin atau tanpa mengenakan masker tidak bisa masuk sembarangan," imbuhnya
Tidak hanya jumlah pengunjung, menurutnya, pembatasan yang dilakukan di kawasan Pasar Terapung Siring Piere Tendean ini juga berdampak positif bagi kebersihan.
"Kita lihat sendiri, kebersihan lebih mudah dikendalikan, pedagang pun juga lebih tertata," tutup Ihsan.
rian akhmad/ may



0 Komentar