hallobanua.com, Banjarmasin- Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin membolehkan sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen.
Di SDN Pengambangan 5 atau Panglima Banjarmasin menerapkan Pembelajaran Tatap muka (PTM) 100 persen sejak Rabu (5/1/22).
"Lebih bagus PTM, karena kami orangtua tidak sebagus gurunya dalam mengajak anak belajar di rumah, "tutur Mima salah satu ortu siswa SDN Panglima.
Sementara, Guru SDN Panglima, Huda Ahmadi menjelaskan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin bahwa sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah harus memenuhi syarat agar bisa melaksanakan PTM 100 persen.
Diantaranya para guru sudah vaksin serta menyiapkan sarana dan prasarana sepeti alat cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, sabun, tisu hingga masker ganti sebagai cadangan masker di sekolah.
" Sebelum masuk ke lingkungan sekolah, semua siswa wajib memakai masker dan cek suhu tubuh dulu, jika terindikasi sakit atau demam kami pulangkan, "kata Huda.
Kemudian ketika masuk kelas, wajib lagi mencuci tangan dengan sabun yang disediakan di depan kelas masing -masing.
Pihak sekolah tetap menyediakan masker ganti sebagai cadangan.
"Aturan lain bagi para orangtua hanya diperkenankan di depan pagar, untuk mengantar dan menjemput anaknya, namun hari pertama ini masih para orang tua yang masih menunggu anaknya dihimbau secara persuasif, "ucapnya.
Huda menjelaskan, sistem pembelajaran tatap muka (PTM) ini telah diatur jam masuk sekolah, untuk kelas satu dan tiga mulai pukul 07.30 – 10.00 WITA, dan kelas empat, lima serta enam, akan berakhir jam 12.00 WITA.
Sedangkan kelas dua, karena ruang belajar (roombel) terbatas masuk mulai pukul 10.15 WITA dan pulang 12.15 WITA.
"Ruang belajar kami hanya 10 kelas, sehingga untuk kelas dua A dan dua B masuk bergantian setelah kelas satu pulang, "jelasnya.
Pihaknya sekolah juga menegaskan setiap siswa tidak keluar dari lingkungan luar sekolah, meskipun waktu istirahat.
"Kami menghimbau agar siswa membawa bekal makan dan minum dari rumah untuk berjaga -jaga juga terhadap penularan covid yang masuk ke lingkungan sekolah, mengingat kantin sekolah pun belum dibolehkan buka,"jelasnya.
Langkah terakhir dalam menjaga atau perlindungan terhadap berbagai penyakit, setiap pulang sekolah semua ruangan kelas termasuk kantor dan ruang guru disemprot desinfektan.
" Semua aktifitas tersebut rutin dilakukan sebelum full PTM, dan kini murid - murid juga sudah terbiasa untuk tidak melepas masker dan selalu mencuci tangan sebelum masuk kelas, "tutur guru pengajar kelas lima tersebut.
Huda berharap PTM terbuka ini berjalan lancar, melalui prokes ketat dan peran serta dari orang tua sembari melihat hasil evaluasi satu bulan evaluasi PTM 100 persen tersebut.
Dya/ may
Kota bjm



0 Komentar