hallobanua.com, Banjarmasin - Dua kecamatan di Banjarmasin, masuk dalam zona potensi menengah gerakan tanah atau tanah longsor, yakni Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Selatan.
Hal itu tertuang dalam SE bernomor 360/052/PK-BPBD/I/2022, yang dikeluarkan Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, tertanggal 11 Januari 2022 kemarin.
SE tersebut diketahui menindaklanjuti surat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : B-509/GL.03/BGL/2021 untuk periode bulan Januari 2022.
Diketahui, potensi menengah sendiri adalah, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal.
Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
"Dua wilayah di Banjarmasin itu, wilayah yang berada bantaran sungai masuk kategori menengah resiko pergerakan tanah. Dalam bahasa banjar resiko 'rumbih'," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin Fahruraji.
Ditanya bagaimana kesiapan ataupun antisipasi menghindari kejadian itu?
Fahruraji hanya meminta penduduk setempat agar bisa waspada dengan potensi itu.
Menurutnya, dengan curah hujan tinggi maka struktur tanah juga akan ikut labil. Sehingga sangat berpotensi terjadinya longsor.
"Sesuai kajian Badan Geologi yang dikombinasikan dengan curah hujan, maka dikhawatirkan dengan kondisi tanah yang labil bangunan-bangunan yang ada di pinggir sungai terancam ambruk," jelasnya.
Ia pun mencontohkan, seperti kejadian di kawasan Tembus Mantuil Gang Gandapura baru-baru ini.
Di mana kondisi aspal jalan terbelah dan amblas, akibat air sungai pasang hingga membuat struktur tanah menjadi labil.
Meski begitu, dirinya tidak mengetahui secara pasti daerah mana saja yang rawan terjadinya longsor di dua kecamatan tersebut.
Alhasil, pihaknya pun akan menerjunkan personel kedua lokasi itu, untuk melakukan survey ke lapangan. Sekaligus memberikan imbauan kepada warga setempat.
"Yang jelas kalau melihat peta itu daerah Banjarmasin Selatan dan Barat yang berpotensi menengah. Intinya daerah bantaran sungai," tutup Raji.
Rian akhmad/ may



0 Komentar