Baru Selesai Dibangun, Fasum Siring Kampung Ketupat Hilang Dicuri


hallobanua.com, Banjarmasin - Seyogyanya bahwa fasilitas umum (fasum) yang dibuat, harus dijaga bersama baik masyarakat maupun pemerintah. 

Namun sayangnya, ada beberapa fasilitas umum yang dirusak bahkan dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Salah satu contohnya yakni tutup tempat sampah hingga kursi untuk bersantai di kawasan Siring Kampung Ketupat, yang berada di Kelurahan Sungai Baru, RT. 05, RW. 01, Kecamatan Banjarmasin Tengah. 

M. Zaini, salah seorang warga, RT. 05, RW. 01, memaparkan, setidaknya beberapa tutup bak sampah hilang sejak, Senin, (03/01/22) lalu. 

"Pagi tanggal 3 itu pagi kita sempat pantau masih ada. Tapi jam 09.30 Wita balik dari rumah sakit sudah hilang," ungkapnya saat ditemui awak media dikawasan Siring Kampung Ketupat, Senin, (24/01/22). 

Padahal, siring yang selesai dibangun pada 2021 lalu, sempat dikunjungi Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pada Minggu, (23/01/22) kemarin. 

Adapun yang hilang kata pria yang biasa disapa Ijai itu, yakni 2 tutup bak sampah dan kotak pembuangan bak sampah yang berbahan aluminium yang berada di Kelurahan Pekapuran Laut. 

"Yang hilang tutup sama dalamnya ada alumunium. Sisanya 3 sudah diaman RT sini," ujarnya. 

Memang benar, dari pantauan pun terlihat beberapa tutup bak sampah besi penghubung bak dengan penutupnya terlihat bengkok. Diduga dibuka dan dirusak paksa oleh terduga pencuri itu. 

Warga bersama RT dan RW setempat pun langsung mengamankan beberapa tutup bak sampah yang belum sempat dibawa para pencuri itu. 

Bukan tanpa alasa, hilangnya tutup bak sampah itu kata dia dikarenakan berbahan besi cetakan. 

Bukan hanya tutup bak sampah dan kotak tempat sampah, diketahui kursi santai berada di kawasan siring tersebut juga tidak luput dari percobaan pencurian oleh oknum tak bertanggung jawab. 

"Kursi itu, kalau dipantau kayanya mau dicongkel juga dari bawah," tuturnya. 

Sementara itu, Pantjaguna Pangestu, Ketua RW. 01, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah mengaku, dirinya sudah melaporkan hal tersebut kepada dinas terkait yakni, Dinas PUPR Banjarmasin. 

"Kita lapor juga sama bu Lurah, sama RT. Dan kita lapor PUPR. Dan malam minggunya langsung diamankan pihak PUPR," ujarnya. 

Ia pun meminta kepada pemerintah, untuk membangun posko untuk melakukan pemantauan dikawasan tersebut. 

"Kita ingin kalau bisa ada menara atau pos jaga lah, untuk memantau," pungkasnya. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya