Disbudpar Berubah Jadi Disporapar, Bagaimana Nasib Pasar Terapung?

hallobanua.com, Banjarmasin - Nomenklatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin saat ini berubah menjadi Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). 

Itu merupakan gabungan antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). 

Alhasil hal itu membuat Kadisbudpar Banjarmasin, Ikhsan Al Hak dinyatakan demisioner dari jabatanya, terhitung sejak 31 Desember 2021 lalu. 

Tentunya, rencana untuk kembali mengoperasionalkan pasar terapung di kawasan siring Piere Tendean pun kembali akan tertunda lebih lama. 

"Jadi sekarang menunggu Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata yang baru dilantik nanti," ucap Ikhsan. 

Ikhsan menerangkan, penetapan anggaran di dinas tersebut baru bisa dilakukan setelah pejabat yang baru dilantik untuk mengajukan pembiayaan. 

Sedangkan yang dilantik oleh Wali Kota, Ibnu Sina baru untuk jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang. 

Lantas, mereka pun menurut Ikhsan, tidak punya wewenang untuk menandatangani anggaran. 

"Saya pun tidak bisa menandatangani administrasi itu. Begitu juga Pak Taufik Rivani yang dulunya Kepala Dinas Pemuda Olahraga tidak bisa pencairan keuangan. Jadi menunggu pejabat definitifnya," lanjutnya. 

Ia mengharapkan, awal Februari nanti sudah dilantik pejabat definitif di Dinas tersebut. Sehingga selambat-lambatnya, minggu ketiga Februari operasional pasar terapung sudah bisa kembali digelar. 

"Kira-kira sekitar bulan Februari. Kita harapkan tidak terlalu lama. Karena konsekuensi banyak. Untuk bayar listrik, ledeng, telepon dan kegiatan operasional siring jadi terganggu," bebernya. 

"Semoga awal-awal Februari itu biaya operasional untuk mendatangkan acil-acil pasar terapung sudah bisa diajukan oleh pejabat definitif yang baru," lanjutnya. 

Terakhir, kata Ikhsan, meski nanti operasional pasar terapung kembali digelar, situasinya akan tetap kondisi perkembangan status level PPKM di Banjarmasin. 

"Kita fleksibel saja, menyesuaikan level PPKM. Gas rem gas rem. Tapi mungkin saat ramadhan aktivitas ini kembali distop sementara," tutup Ikhsan. 

Sebelumnya, simulasi pembukaan Pasar Terapung dilaksanakan selama empat pekan. 

Namun, operasional objek wisata Pasar Terapung di kawasan Siring Piere Tendean terpaksa kembali dihentikan karena Disbudpar Banjarmasin kehabisan anggaran. 

Dimana setiap kali mendatangkan pedagang ke pasar Terapung siring Piere Tendean pada akhir pekan, Pemko memberikan biaya operasional sebesar Rp100 rupiah per orang, dengan total sekitar 50-60 pedagang. 

rian akhmad/ may


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya