hallobanua.com, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina ingin jajarannya dapat menyelesaikan program kerja 5 tahun, agar dapat dikejar dalam kurun waktu 3 tahun.
Hal itu pun menjadi tantangan tersendiri, di era kepemimpinan Ibnu-Arifin, dalam melaksanakan visi misi pembangunan Kota Banjarmasin hanya 3 tahun lebih.
"Jangan sampai ada program 'Baiman dua' yang tertinggal. Misalnya, terkait normalisasi sungai dan kaitan 20 program prioritas," ungkap Ibnu belum lama tadi.
Selain itu, ia turut menekankan program bersih dan nyaman yang selama ini diusung semua sektor pelayanan di SKPD.
Tentunya ia ingin seluruh SKPD berkomitmen dapat memberikan pelayanan yang nyaman.
"Nyaman berurusan, kalau bisa cepat jangan diperlambat kalau bisa mudah jangan dipersulit dan sebagainya. Nah apakah sejauh ini sudah dilaksanakan. Saya harap ini dilakukan bersama-sama," kata Ibnu.
Ibnu juga ingin, di tahun kedua kepemimpinannya ini, ada beberapa program yang sudah berjalan seperti digitalisasi UMKM, dermaga apung, sarana transportasi sungai maupun darat.
Tidak hanya itu, pucuk pimpinan Kota Seribu Sungai itu pun ingin infrastruktur pembangunan Jembatan HKSN, tahun ini ditarget selesai.
"Di tahun kedua ini Alhamdulillah sudah ada beberapa program yang sudah berjalan. Saya harapkan sisanya bisa dicapai dan di tahun 2023 penyelesaian," pungkasnya.
Terpisah, Plt Kepala Barenlitbangda, Ryan Utama mengatakan, kebijakan pembangunan daerah harus disesuaikan dengan kebijakan nasional.
Oleh karena itu, pada saat orientasi RKPD yang dihadiri seluruh SKPD di Pemko Banjarmasin itu, menghadirkan narsum dari Kemendagri dan Bappeda Provinsi Kalsel.
"Kebijakan nasional itu memang masih soal penanganan Covid-19, kemudian ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi, pasca Pandemi Covid-19 yang telah menjatuhkan perekonomian," terangnya.
Dilanjutkannya, kebijakan baru Kemendagri soal pemutakhiran sub kegiatan yang mempengaruhi dokumen perencanaan. Hal tersebut akan dilakukan pemetaan kembali agar fungsi dan pelaksanaan tidak melanggar ketentuan tersebut.
Kemudian, percepatan visi misi pimpinan yang tercover dalam program 'Baiman' yakni 20 program prioritas.
"Ini semua kita komunikasikan bersama seluruh SKPD. Misalnya terkait lokasi dimana saja terkait program baiman," tutupnya.
Penulis : rian akhmad/ may



0 Komentar