| Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Noorlatifah. |
hallobanua.com, Banjarmasin - Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin memastikan Dinas Kesehatan kota ini telah menyiapkan anggaran tahun 2022 untuk melengkapi alat kesehatan (alkes) pada 395 posyandu.
"Kita ingin pastikan, apakah sudah dimasukkan dalam anggaran belanja dinkes yakni pembelian alat kesehatan untuk seluruh posyandu di Banjarmasin," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Noorlatifah.
Evaluasi tersebut karena pihaknya banyak menerima keluhan dari kader -kader Posyandu yang kesulitan memberikan pelayanan dan peningkatan kesehatan ibu dan balita ketika memberikan pelayanan posyandu.
"Keluhan mereka, timbangan digital dan timbangan dacing yang rusak, alat termometer rusak, serta beberapa alat kesehatan lainnya, "tutur wanita yang akrab dipanggil Lala tersebut.
Politisi muda asal Golkar tersebut mengatakan, posyandu merupakan perpanjangan tangan puskesmas dalam pelayanan kesehatan, sehingga hadirnya posyandu juga sangat penting bagi masyarakat terutama dalam pemantauan ibu hamil dan tumbuh kembang bayi dan anak.
Apalagi pemko juga sedang berupaya menurunkan angka persentase stunting atau tumbuh kembang pendek pada anak di Banjarmasin.
Tingginya angka stunting dimana pada tahun 2021 lalu ditemukan sekitar lebih dari 2000 anak yang terindikasi tumbuh stunting juga menjadi program Badan Pengendalian Penduduk KB dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPKBPM) Kota Banjarmasin dan Dinas kesehatan Kota Banjarmasin.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, telah mengalokasikan anggaran untuk Rp 838 Juta dari APBD tahun 2022 Kota Banjarmasin untuk peningkatan pelayanan posyandu.
Menurutnya, dana tersebut akan diberikan kepada 395 posyandu di kota ini. "Tahun ini akan disalurkan alat bantuan perlengkapan kesehatan di posyandu, "katanya
Khusus di kota Banjarmasin yakni tiga kelurahan ditemukan anak stunting yakni kelurahan Sungai Lulut, Kelurahan Sungai Bilu dan karang mekar menjadi fokus penganan stunting.
Dya/ may



0 Komentar