Pemko Banjarmasin Kejar Target Capaian Vaksinasi Booster Lansia

hallobanua.com, Banjarmasin - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menargetkan vaksinasi lansia tercapai di akhir Januari 2022. 

Bukan tanpa alasan, capaian vaksinasi lansia ini merupakan hal sangat penting mengingat menjadi salah satu syarat agar pemerintah daerah bisa memvaksin anak usia 6 hingga 11 tahun. 

"Bila capaian itu terpenuhi, maka kita bisa mengajukan usulan program lanjutan yakni vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun," ungkapnya belum lama tadi. 

Kenapa capaian vaksinasi lansia saat ini tak tercapai? Machli menuturkan ada beberapa kendala, yakni kurangnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya vaksinasi, hoaks seputar vaksin, dan lain sebagainya. 

"Tapi, semua itu kami upayakan tidak terjadi lagi. Kami sudah mempunyai strategi, salah satunya yakni mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga menggandeng pihak terkait seperti, tokoh agama dan tokoh masyarakat," ujarnya. 

Selain itu, terkait program vaksinasi booster yang mulai dilaksanakan pemerintah pusat, sejak 12 Januari tadi, Machli mengaku, pihaknya sudah menjalankan.

Hingga saat ini, booster vaksin dengan sasaran lansia sudah memvaksin ratusan lansia. 

"Satu hari lansia yang menjalani booster ini 200 sampai 300 orang," ungkapnya saat ditemui awak media di sela pemantauan vaksin lansia di Kelurahan Telawang, Jumat (14/01/22) kemarin. 

Machli menjelaskan, angka tersebut merupakan jumlah kumulatif dari vaksinasi yang saat ini masih digencarkan pihaknya di 26 puskesmas. 

"Selain yang dilakukan puskesmas jumlah itu juga dari serbuan vaksin yang dijalankan TNI-Polri dan rumah sakit di Banjarmasin," terangnya. 

Selain itu kata Machli, jika penerima vaksin sudah menjalani vaksin 1 dan 2 dengan jenis Sinovac, maka vaksin yang dijadikan booster adalah jenis Pfizer, Astrazeneca atau Moderna. 

"Yang kita pakai sekarang ini hanya Pfizer dan Astrazeneca. Untuk jenis Moderna masih kosong," imbuhnya. 

Dilanjutkannya, untuk pemberian dosis booster vaksin dengan sasaran lansia ini juga beda, yaitu hanya setengah dari dosis awal. 

"Booster ini bisa didapatkan di setiap puskesmas," kata Machli. 

Menurutnya, tingginya antusias lansia yang menjalani booster vaksin ini menggambarkan tingkat kesadaran masyarakat Kota Banjarmasin, meski tidak ada iming-iming hadiah sembako. 

"Ini murni kesadaran para lansia kita," pungkasnya. 

Meski demikian, Machli tetap menekan bahwa pihaknya tetap mengutamakan vaksinasi dosis pertama bagi lansia. 

"Karena kalau ini masih belum capai 60 persen. Maka kita tidak bisa mendapat kuota vaksin untuk anak dan booster vaksin bagi masyarakat umum," tutup Machli. 

rian akhmad/may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya