hallobanua.com, Banjarmasin - Banjir rob atau naiknya air sungai kembali mengancam warga Kota Banjarmasin.
Dari data yang dihimpun di BPBD Kota Banjarmasin, setidaknya ada 15 lokasi yang terdampak akibat peningkatan permukaan air sungai tersebut, beberapa hari lalu.
Ketinggian air yang menggenang pun terpantau memiliki ketinggian yang beragam, mulai 10 hingga 50 Cm.
Menurut Andy Putra, salah satu anggota BPBD Kota Banjarmasin, jika melihat dari prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peningkatan air yang terjadi di Banjarmasin, terjadi sekitar 2,4 MDPL (Meter Diatas Permukaan Air Laut).
Akan tetapi, dari pantauan pihaknya di pintu air yang berada di samping markas BPBD, ketinggian air Sungai Martapura mencapai 1,55 MDPL.
Ia pun memperkirakan akan terjadi puncak pasang tinggi pada Kamis 6 ataub7 Desember.
"Kemungkinan akan lebih dalam lagi pada malam sebelumnya. Asal tidak ditambah dengan curah hujan," ungkapnya belum lama tadi.
Menurut Andy, wilayah yang terdampak banjir rob kali ini masih sama seperti yang terjadi di awal Desember 2021 kemarin. Namun kali ini masih dalam intensitas sedang.
"Beruntung belum ada air kiriman yang turun ke wilayah Banjarmasin," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Fahrurazi menilai, air pasang yang terjadi tak ada sangkut pautnya dengan banjir kiriman.
"Murni pasang surut air laut," ucapnya, pada Selasa (04/01/22) kemarin.
Prediksi air pasang pun masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Pihaknya pun melakukan antisipasi yakni menghimpun dan memverifikasi data alias kawasan yang bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tempat pengungsian.
"Data itu diusulkan oleh masing-masing kelurahan atau kecamatan. Dari lima kecamatan, hanya satu yang selesai dan tinggal kami verifikasi. Yakni, di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan," tuturnya.
Meski begitu, di kawasan itu pihaknya masih merumuskan, apa saja fasilitas penunjang yang ada di posko pengungsian.
"Karena tidak bisa sembarangan. Kita mesti melihat fasilitas MCK dan lainnya juga," tambahnya.
Ditanya apakah ada pertambahan volume ketinggian pasang air sungai dibandingkan sebelumnya?
Razie menyatakan, tak ada. Bahkan, menurutnya, pasang air sungai tampaknya fluktuatif alias naik turun.
"Tidak separah yang sebelumnya," tuturnya.
Lantas, apakah ada potensi banjir kiriman? Fahrurazi meyakini, potensi itu akan ada bila kabupaten tetangga yakni Kabupaten Banjar dan Tanah Laut mengalami banjir.
"Tapi kalau tidak, maka Banjarmasin besar kemungkinan aman-aman saja. Dan status kebencanaan kita juga masih belum berubah. Masih di posisi siaga darurat," tutup Razie.
rian akhmad/ may



0 Komentar