| Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman |
hallobanua.com, Banjarmasin - Tim Pelaksana Teknis Sosialisasi dan Revitalisasi Pasar Batuah Banjarmasin, telah resmi dibentuk oleh Pemko Banjarmasin.
Tim itu diketuai langsung oleh Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, dan wakilnya Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Doyo Pudjadi.
Tidak hanya itu, untuk sekretaris pun langsung dijabat oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar.
Tak lupa, dalam tim juga melibatkan instansi terkait, seperti TNI dan Polri, hingga kejaksaan.
Lalu, bagaimanakah progres tim bentukan Pemko tersebut, untuk program revitalisasi Pasar Batuah, yang berada di Kelurahan Kuripan itu?
Menjawab itu, Ikhsan Budiman mengaku, salah satu tugas timnya yakni menjalin komunikasi kepada warga, agar pembangunan Pasar Batuah bisa dilaksanakan.
Bukan tanpa alasan, ketika masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat pembangunan, maka resistensi terhadap pembangunan akan berkurang bahkan tidak ada.
"Tim secepatnya bergerak dalam proses mediasi," ucapnya saat ditemui diruang kerja.
Tidak hanya menjalin komunikasi, tim juga kata Ikhsan akan melakukan pendataan ke masyarakat yang bermukim sekaligus berjualan. Dan kepada masyarakat yang berjualan saja, alias tidak bermukim
"Dan itu, nanti penangananya sendiri tentu berbeda," pungkasnya.
Sementara itu, pada Senin, (24/01/22) lalu, warga paguyuban Pasar Batuah sempat memasang spanduk penolakan revitalisasi Pasar Batuah.
Warga dan pedagang diketahui memasang spanduk berisi permohonan, agar tempat tinggal maupun kios dagangan mereka tidak digusur.
Pendamping Aliansi Kerukunan Batuah, Hairul Adnan (49), menuturkan bahwa pihaknya ingin pemerinah memperhatikan nasib mereka.
"Jadi pada intinya masyarakat menolak, dan ingin meminta perhatian pemerintah terkait nasib kami," tuturnya.
Adnan mengatakan bahwa bentuk penolakan tersebut bukan bermaksud untuk menentang pemerintah, akan tetapi agar pemerintah bisa memikirkan nasib warga Batuah, berkaitan dengan rencana revitalisasi pasar.
"Spanduk itu bukan kami bermaksud menghujat pemerintah, tetapi supaya pihak pemerintah prihatin dengan kami. Jangan hanya melaksanakan kewenangan tetapi juga perlu memikirkan nasib kami," pungkasnya.
rian akhmad/ may



0 Komentar