hallobanua.com, Banjarmasin - Pemerintah pusat, kembali akan menjalankan vaksinasi booster pada 12 Januari 2022 mendatang.
Diketahui, vaksin booster sebelumnya hanya menyasar nakes. Namun belakangan, pemerintah pusat pun mengumumkan jadwal vaksin booster Covid-19 untuk masyarakat.
Lalu, apakah di Kota Banjarmasin juga bakal diterapkan hal tersebut?
Terkait itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, pada prinsipnya pihaknya selalu siap melaksanakan.
Namun, ketika sudah ada instruksi hingga turunnya petunjuk dan teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
"Kalau sudah ada surat dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), kami akan langsung melaksanakan," ungkap Machli belum lama tadi.
"Prinsipnya sama, tidak ada perbedaan pada kebijakan pusat. Tapi kami masih menunggu kebijakan tertulis dari pusat.
Kalau sudah ada juknisnya, mungkin kami akan lebih dulu melaksanakannya," sambungnya lagi.
Ia pun mengaku, pihaknya menggelar rapat bersama dengan Dinkes Provinsi Kalsel, terkait vaksin booster tersebut.
Jubir Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin itu pun mengaku, vaksinatornya sudah sangat siap untuk melaksanakan vaksin booster itu.
"Saat ini vaksinator kami cukup banyak. Baik yang ada di dinkes mau pun di tiap puskesmas. Setidaknya, di puskesmas itu ada 3 vaksinator. Dikalikan 26 puskesmas di Kota Banjarmasin. Jadi, vaksinasi nantinya bisa dilakukan di puskesmas," jelasnya.
Lalu, bagaimana dengan ketersediaan vaksin untuk melaksanakan booster tersebut? Machli pun mengakui bahwa vaksin yang ada sangat cukup.
Dari data yang dirilis Dinkes Kota Banjarmasin pada 3 Januari lalu, jumlah total stok vaksin yang ada di dinkes saat ini sebanyak 5.724 vial.
Rinciannya, vaksin sinovac dua dosis sebanyak 4.771 vial. Pfizer 27 vial dan Astrazeneca sebanyak 926 vial.
"Jadi, kalau program itu dilakukan tidak ada strategi khusus untuk mencapainya. Karena saat ini, masyarakat sudah sangat memahami bahwa vaksin adalah hal yang sangat penting," ujarnya.
Mantan Wadir RSJ Sambang Lihum itu juga mengatakan, apabila ke depan instruksi dari pusat itu sudah turun, ia mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan peluang adanya vaksin booster.
Hal itu bertujuan untuk meningkatkan antibodi dan daya tahan tubuh.
"Tenaga kesehatan kita sudah diberikan vaksin booster. Sekarang, tinggal masyarakat," tutupnya.
Rian ahmad/ may



0 Komentar