Mengapa Cybersecurity Penting ? Dan Bagaimana Cara Menghindari Serangan Siber ? Berikut Ulasannya

 
hallobanua.com, BANJARMASIN - Istilah cyber security atau cybersecurity sekarang semakin sering terdengar di dunia. Khususnya Indonesia, puncak penelusuran akan cybersecurity sendiri adalah sekitaran tahun 2019 lalu. 

Meski kini sempat menurun, namun dibandingkan lima tahun lalu maupun sebelumnya lagi, penelusuran akan cyber security di tanah air trennya tetap meningkat. 

Namun, hal tersebut sesungguhnya tidak mengurangi pentingnya cyber security terutama di jaman serba teknologi dan tidak terlepas dari internet seperti sekarang. 

Tentunya kita tidak ingin kehilangan file maupun informasi penting milik kita karena salah berlaku di dunia siberkan? 

Untuk itu dalam rangka mengingatkan pentingnya hal tersebut dan memberikan tambahan pengetahuan bagi pembaca www.hallobanua.com , pewarta mewawancarai Sebastian selaku Praktisi Cybersecurity Indonesia guna sedikit menjelaskan hal tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa Cybersecurity atau Information Security itu sendiri adalah sebuah cara untuk mengamankan data atau informasi dalam bentuk digital dari segala macam serangan yg ada di dunia siber. 

Ancaman di dunia siber itu sangat bervariasi mulai dari serangan yg paling sederhana semacam social engineering sampai pada serangan yg sangat kompleks seperti apa yg dilakukan oleh para state-sponsored hackers. 

Tentunya serangan di dunia siber tidak hanya menyebabkan kerusakan secara material, finansial bahkan sampai merenggut korban jiwa. 

"Pemahaman yg baik akan pentingnya keamanan siber tentunya akan menghindarkan masyarakat dari banyaknya jenis serangan siber," terang Sebastian. Senin (9/5/22). 

"Mungkin tidak akan 100 persen kebal dari serangan siber karena setiap tahun metode serangan akan selalu berkembang, tetapi setidaknya kita bisa melindungi diri sebaik mungkin sehingga efek serangan yg ditimbulkan tidak begitu parah," lanjutnya. 

Ia mengungkapkan ada berbagai macam jenis ancaman dalam bidang siber antara lain Malware, Social Engineering, DoS, MiTM, Ransomware, dan Phishing. 


• Malware adalah contoh aplikasi yang dibuat dengan tujuan untuk mencuri data si pengguna aplikasi. Contohnya adalah aplikasi scanner di ponsel yg sering disusupi dengan malware. 

• Social Engineering adalah teknik ancaman siber yg paling sederhana & tidak membutuhkan banyak biaya. Social Engineering adalah permainan psikologis supaya korban mau menyerahkan data pribadinya kepada si penyerang. Teknik penipuan lewat aplikasi chat, email atau telpon adalah contoh dari Social Engineering. 

• DoS / Denial of Service adalah suatu serangan siber yg difokuskan utk melumpuhkan jaringan atau sistem infrastruktur. Ciri khas dari serangan DoS ini adalah sengaja membuat jaringan komputer korban menjadi sangat lambat sehingga tidak bisa digunakan & bisa berpotensi rusak berat. 

• MiTM atau Man in The Middle attack adalah serangan siber dimana si penyerang melakukan penyadapan pada jalur jaringan internet korban. MiTM sering terjadi di tempat publik dimana korban sering menggunakan fasilitas wifi publik yg kurang terproteksi dengan baik. 

• Ransomware adalah salah satu serangan siber dimana si penyerang mencuri data pribadi korban & dikunci dengan kode enkripsi. Si penyerang meminta tebusan beserta tenggat waktu utk dikirimkan oleh si korban supaya datanya bisa dikembalikan dengan utuh. 

"Dan yang paling sering kita temui di media sosial adalah metode Phishing, teknik serangan siber dimana si penyerang menggunakan link atau attachment berbahaya yg disiapkan untuk mengambil data pribadi korban jika asal klik," ujarnya. 

Guna memberikan rasa aman berkaitan hal tersebut, Sebastian juga membagikan sedikit tips simple untuk orang awam agar terhindar dari serangan siber, antara lain: 

1. Jangan pernah posting hal-hal yg bersifat pribadi seperti ama lengkap, nik ktp, nomer kartu debit, tempat tanggal lahir, tanda tangan. 

2. Biasakan tidak menggunakan wifi publik di area publik. Gunakan paket data / kalau terpaksa menggunakan wifi publik wajib aktifkan VPN. 

3. Waspada agar tidak mengklik sembarang link & tidak mengunduh (download) aplikasi yg tidak dikenal. Resiko ada malware di dalamnya. 

4. Tidak perlu ikut challenge spill data pribadi di Media Sosial. (Contoh seperti trend Add Yours di ig yang sempat ramai yang ternyata menjadi pencurian data pribadi). 

5. Update anti virus & aplikasi pada smartphone anda secara berkala. Jangan pernah mendownload aplikasi bajakan. 

6. Aktifkan two factor authentication (usahakan pakai kode lewat aplikasi authenticator) di akun media sosial anda. 

7. Biasakan untuk lock device (hp & komputer) ketika meninggalkan tempat. 

8. Matikan wifi & bluetooth ketika tidak digunakan. 

Kris/ may
Banjarmasin
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya